BAB1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Akuntansi merupakan bahasa bisnis Bloomfield, 2008, akuntansi sebagai bentuk komurukasi antara entitas organisasi dengan pihak yang berkepentingan Chambers 1952 dalam Lee 1982. Akuntansi menyediakan informasi keuangan bagi para pemangku kepentingan yang digunakan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan. Transaksi bisrJs semakin berkembang pesat, batas wilayah negara semakin tidak kentara, transaksi e-commerce membuat transaksi global semakin mudah. Perkembangan transaksi bisnis ini membuat akuntansi juga harus berbenah, akuntansi dituntut untuk bisa melaporkan informasi keuangan yang bisa dibaca secara global sehingga dibutuh..lcan standar akuntansi global. Kebutuhan akan akuntansi global ini direspon oleh International Accounting Standards Board IASB yang merupakan lembaga internasional yang bertanggung jawab untuk menetapkan standar pelaporan keuangan internasional lniemational Financial Reporting Standards/IFRS. IASB dulunya bemama IASC yang dibentuk. pada tahun 1973 yang dahulu menerbitkan lnternationa? Accounting Standards lAS. Diharapkan dengan adanya IFRS ini maka akan terdapat keseragama.~ pelaporan keuangan global yang merupakan tujuan pertemuan G20 di kota London, Inggris. IFRS yang dibuat oleh IASB tersebut kemudian diadopsi oleh berbagai negara di dunia, tercatat lebih dari 100 negara 1 2 yang telah mengadopsi IFRS Cahyonowati dan Ratmono, 2012. Indonesia sebagai negara anggota G20 juga mengadopsi IFRS tersebut sebagai standar akuntansi keuangan di Indonesia. Proses adopsi IFRS di Indonesia dimulai pada tahun 2008 sampai dengan tahun 2011 proses adopsi terus berjalan, dan IFRS telah diadopsi dan ditcrapkan penuh pada tahun 2012. Proses adopsi telah dilakukan akan tetapi masih terdapat pertanyaan tentang apakah penting IFRS diadopsi di Indonesia, meskipun diharapkan dengan adanya IFRS akan menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas tinggi. Secara umum terdapat dua standar akuntansi yang digunakan secara luas yaitu standar akuntansi keuangan IFRS yang cenderung principles based dan standar akuntansi GAAP yang cenderung rules based. Principles based da11 rules based merupakan karakteristik dalam standar akuntansi keuangan IFRS dan Beberapa penelitian tentang standar akuntansi yang principles based atau rules based diantaranya dilakukan oleh Schipper 2003, Nelson 2003, Shortridge dan Mark 2004, Nobes 2003, dan AAA Financial Accounting Standards Committee 2003. IFRS yang principles based dipandang meningkatkan kualitas infom1asi laporan keuangan value relevance. Dil1arapkan dengan menerapkan IFRS maka value relevance infonnasi akuntansi semakin meningkat. Penerapan IFRS dapat meningkatkan kualitas infonnasi seperti daya banding dan transparansi laporan keuangan yang diharapkan dapat mengurangi biaya modal bagi perusahaan Annstrong eta/., 2010. 3 IFRS dapat meningkatkan kualitas informasi akuntansi karena penggunaan fair value lebih dapat merefleksikan kondisi ekonomik perusahaan Barth et al., 2008. Zeghal et al. 2012 dan Chua et al. 2012 juga menemukan bahwa penerapan IFRS dapat meningkatkan value relevance dan laba. Penelitian yang dilakukan oleh Capkun et al. 2007, Liu dan Liu 2007, dan Kargin 2013 juga memberilr..an atas adopsi IFRS dengan bahwa penggunaan IFRS lebih memiliki value relevance dibandingkan sebelum penggunaan IFRS. Meski demikian, juga -terdapat penelitian yang menunjukkan hasil yang sebaliknya sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Callao et al. 2007, Christensen et al. 2008, Paananen dan Lin 2009, Outa 2011 serta Karampinis dan Hevas 2011 , Murwaningsari 2011 , yang menunjukkan bukti empiris yang bertentangan bahwa ada signifikan dalam value relevance setelah adopsi IFRS. Dimitropaulos et al. 20 13 menemukan terjadi peningkatan kualitas informasi yang dibuat berdasarkan standar yang principles based dengan mengukur value relevance dari informasi tersebut. Penelitian tentang efek pengimplementasian IFRS di Indonesia masih sangat terbatas. Rohmah dan Yuni 2013 menyimpulkan bahwa kualitas informasi yang diproksikan dengan relevansi nilai meningkat setelah mengimplementasian IFRS, hal yang sama juga ditemukan oleh Suprihatin dan Tresnaningsih 2013 yang bahwa pada awal adopsi IFRS laba perlembar saham mengalami peningkatan dalam relevansi nilai sedangkan nilai buku ekuitas meningkat. Tetapi setelah mengimpelementasikan IFRS 4 berjalan beberapa waktu, relevansi nilai untuk laba perlembar saham dan nilai buku ekuitas sama-sama meningkat. Lestari dan Tomomi 2014 menemukan bahwa nilai informasi akuntansi meningkat setelah perubahan standar akuntansi. Geraldina 20 14 yang melakukan studi dengan sampel perusahaan perbankan menyimpulkan bahwa current earnings bank dapat memprediksi future earnings bank semakin meningkat setelah adopsi PSAK 50&55. Oktavia dan Sylvia 2014 menyatakan bahwa perusahaan keuangan yang menggunakan derivatif keuangan dapat meningkatkan ERC, namun tidak meningkatkan FERC. Setelah menerapkan PSAK 50&55 maka relevansi nilai dari nilai wajar derivatif keuangan meningkat. Penelitian atas adopsi PSAK 30 yang dilakukan oleh Sitopu dan Ratna 20 14 juga memmjukkan bahwa kualitas informasi semakin meningkat setelah adopsi IFRS. Berbeda dengan penelitian diatas, Cahyonowati dan Ratmono 2012 menyatakan bahwa aplikasi standar berbasis IFRS di Indonesia belum dapat meningkatkan kualitas informasi akuntansi yang diproksikan dengan relevansi nilai. Penelitian yang dilakukan oleh Cahyonowati dan Ratmono 2012 di Indonesia bertujuan untuk menguji pengaruh adopsi IFRS terhadap kualitas informasi akuntansi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tidak terdapat peningkatan relevansi nilai informasi akuntansi secara keseluruhan seteiah periode adopsi IFRS. 5 Penelitian ini mengembangkan penelitian yang dilakukan oleh Cahyonowati dan Ratmono 2012 dimana keterbatasan pada penelitiannya adalah tidak menggunakan data tahun 2013 dan menggunakan data berbagai jenis industri, dalam penelitian ini keterbatasan pada penelitian terdahulu telah dieliminasi karena penelitian ini menggunakan data tahun 2013 sekaligus juga menggunakan data tahun 2007 sehingga data yang digunakan adalah tahun 2007-2013. Tahun 2007 digunakan dengan pertimbangan bahwa tahun 2007 adalah periode sebelum adopsi dan tahun 2013 adalah setahun setelah Indonesia mengadopsi dan mengimpclementasikan IFRS secara penuh. Penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan informasi bagi regulator akuntansi di Indonesia tentang sejauh mana manfaat adopsi IFRS dalam peningkatan informasi akuntansi, karena sampai saat ini isu tentang pentingnya adopsi IFRS masih menjadi perdebatan dan topik penelitian. Selain itu, penelitian ini mencoba mengembangkan penelitian Cahyonowati dan Ratmono 20 12 dengan menginvestigasi dampak adopsi IFRS pada satu kelompok industri dengan fokus pada pengujian sampel pada satu kelompok industri saja untuk lebih dapat mengontrol variabel pengganggu. Fokus dari penelitian adalah pada satu kelompok industri properti, real estate, dan jasa konstruksi dengan pertimbangan bahwa pada kelompok jasa ini terdapat dua IFRS yang mengatur la."lgsung yaitu PSAK No. 13 tentang Properti Investasi dan PSAK No. 34 tentang Kontrak Konstruksi. 6 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah apakah terdapat peningkatan value relevance setelah impementasi IFRS untuk kelompok industri properti, real estate, dan jasa konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah implementasi IFRS dapat meningkatkan value relevance kelompok industri properti, real estate, dan jasa konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Manfaat Penelitian Hasil dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat 1. Kontribusi Teorctis Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris implementasi IFRS dapat meningkatkan value relevance. Selain itu, pene!itian ini dapat digunakan sebagai tambahan literatur bagi penelitian selanjutnya tentang dampak implementasi IFRS di Indonesia atau negara berkembang. 2. Kontribusi Praktis Hasil penelitian ini dapat digunakan bagi investor dalam mengambil keputusa..1 investasi yang didasarkan pada data data akuntansi dan pelaporan keuangan. 7 3. Kontribusi Kebijakan Basil penelitian ini dapat digunakan oleh regulator di bidang akuntansi khususnya Ikatan Akuntan Publik Indonesia untuk menilai kebijakan PSAK IFRS di Indonesia untuk meningkatkan kualitas informasi akuntansi. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini hanya terbatas pada satu kelompok industri, yaitu properti, real estate, dan jasa konstruksi. Penelitian ini hanya menggunakan data tahun 2007 dan tahun 2013 sehingga pengaruh yang diteliti terbatas pada tahun tersebut. Penelitian ini menganalisis pengaruh adopsi IFRS secara keseluruhan dan bukan pengaruh dari setiap standar yang diadopsi, meskipun pada kelompok industri properti, real estate, dan j asa konstruksi terdapat 2 IFRS yang mengatur langsung.
Terjemahanfrasa PERANGKAT LUNAK AKUNTANSI BISNIS dari bahasa indonesia ke bahasa inggris dan contoh penggunaan "PERANGKAT LUNAK AKUNTANSI BISNIS" dalam kalimat dengan terjemahannya: Perangkat lunak akuntansi TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Akuntansi sering disebut sebagai “The Language Of Business” atau bahasa bisnis. Namun sebenarnya apa akuntansi itu? Apa pentingnya akuntansi dalam bisnis?. Akuntansi yang merupakan proses mengidentifikasi, mencatat, dan melaporkan data yang berkaitan dengan transaksi keuangan dalam pemerintahan maupun bisnis. Pembukuan merupakan proses pencatatan untuk transaksi keuangan meliputi penjualan, pembelian, pengeluaran, penerimaan kas, dan Di dunia ini tidak ada perusahaan yang tidak membutuhkan akuntansi dalam bisnis mereka. Dengan akuntansi Anda bisa lebih jeli dalam menentukan penjualan per produk hingga pengawasan dan pengontrolan pada budget operasional. Tidak hanya perusahaan saja yang membutuhkan akuntansi namun juga organisasi nirlaba hingga pemerintah pun memerlukan akuntansi untuk mengatur keuangan mereka. Indonesia dan kebanyakan negara lainnya masih belum menyadari bahwa tingkat perekonomian didominasi oleh perusahaan menengah dan kecil dalam kegunaan akuntansi. Suatu perusahaan baik itu berskala besar maupun kecil akan membutuhkan akuntansi. Begitu juga dengan dunia bisnis, suatu bisnis yang akan dijalankan nantinya akan membutuhkan sebuah laporan keuangan yang akan menjadi penentu dalam pengambilan keputusan dalam bisnis tersebut. Ada sebanyak enam fungsi akuntansi dalam bisnis 1. Dasar pertimbangan keputusan bisnis Akuntansi menyediakan informasi perusahaan secara detail mulai dari transaksi, persediaan, aset, margin hingga kewajiban hutang piutang. Dari sinilah akan ditemukan seberapa banyak bahan baku yang akan dibeli dan mampukah untuk menanggung hutang demi ekspansi perusahaan dimasa mendatang. 2. Perencanaan, pengontrol dan pengawas persediaan Adanya akuntansi dapat membantu dalam mengontrol persediaan. Tidak hanya itu saja, akuntansi juga bisa melakukan perencanaan dan proyeksi persediaan yang tepat untuk kedepannya. 3. Menentukan laba-rugi perusahaan Terkadang suatu bisnis tidak akan berjalan mulus. Adanya fluktuasi dan berbagai macam hal mampu mempengaruhi bisnis dan biaya operasionalnya. Dan untuk menentukan laba rugi perusahaan diperlukan informasi yang sangat detail dan terupdate. 4. Informasi keuangan perusahaan Adanya akuntansi akan mempermudah dalam mendapatkan laporan keuangan perusahaan. Bagi pemerintah laporan keuangan merupakan dasar pengenaan pajak yang wajib dibayar ke pemerintah. 5. Alokasi sumber daya ekonomi Sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan pada umumnya berupa tenaga kerja, peralatan, kendaraan, modal hingga bangunan. Untuk mencegah kerusakan dan pemborosan yang akan terjadi dimasa depan maka diperlukan akuntansi untuk menentukan suatu kebijakan manajerial. 6. Alat evaluasi atas kinerja perusahaan Melalui evaluasi ini maka perusahaan berkesempatan untuk memperbaiki kekurangan atas kinerja perusahaan dimasa lalu dan mampu menyusun strategi kedepannya. Selain fungsi akuntansi ada banyak peran akuntansi dalam dunia bisnis yang nantinya dapat berguna dalam dunia bisnis, yaitu 1. Sebagai pengendali keuangan Dapat kita lihat bahwa data keuangan merupakan informasi penting bagi pebisnis. Kenapa? Karena dengan data tersebut pemilik bisnis dapat mengetahui apakah usahanya mengalami keuntungan atau kerugian. Dengan adanya informasi tersebut akuntansi berperan dalam mengendalikan dan mengontrol keuangan serta memberikan evaluasi mengenai performa bisnis yang berjalan. 2. Sebagai penyedia informasi dan jawaban mengenai keuangan Bisnis yang berjalan sebaiknya melakukan pencatatan setiap transaksi keuangan yang terjadi dengan rapi. Bisnis Anda nantinya akan bisa menyediakan informasi tentang keuangan yang lebih akurat dari data yang sudah dicatat pada pembukuan. 3. Membantu stakeholders dalam pengambilan keputusan Para stakeholders membutuhkan informasi akuntansi, karena mereka tidak pernah bisa berinvestasi tanpa berpegang pada laporan data akuntansi yang up to date dan akurat. 4. Sebagai penghubung dengan pihak ketiga Peran akuntansi tidak hanya penting bagi pihak internal namun bagi pihak eksternal juga seperti para stakeholder. Akuntan nantinya akan menjembatani pengambilan keputusan dengan pihak ketiga, vendor, dan juga pihak lainnya yang terkait ke dalam laporan keuangan yang sudah dibuat. Peran akuntansi secara singkat ini akan memberikan manfaat untuk para pebisnis dalam mengatur dan mengefisienkan keuangan dalam bisnisnya. Begitu banyak peran dan fungsi akuntansi dalam dunia bisnis, maka tidak diragukan lagi, akan banyak manfaat dan ilmu yang diperoleh yang nantinya dapat berguna untuk kita semua saat kita masuk didunia bisnis. * * Penulis Janea Safitri, Mahasiswa Akuntansi Unisla * Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow. EditorJosephus Primus. TOKYO, KOMPAS.COM - Pimpinan puncak Toshiba Corporation terlibat secara "sistematis" dalam skandal penggelembungan keuntungan perusahaan sebesar 1,2 miliar dollar AS selama beberapa tahun. Tim independen yang dibentuk Toshiba mengatakan bahwa hal tersebut menyengat salah satu perusahaan Jepang yang