Pembuatangas hidrogen berhasil dilakukan dengan memanfaatkan alumunium foil.Gas hidrogen yang dihasilkan kemudian diuji dan terbukti menghasilkan energi karena dapat menggerakan kipas dan menyalakan lampu dalam waktu yang kurang lebih 1 menit.Limbah Al(OH) 3 kemudian dibuat tawas dengan bantuan basa NaOH dan KOH.Pada percobaan,tawas Diketahui Reaksi pembentukan asam sulfat menurut proses kontak Ditanya Hal yang dapat dilakukan untuk memperoleh yang maksimal Jawab Beberapa faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan adalah sebagai berikut 1. Konsentrasi Jika konsentrasi suatu zat ditambah, kesetimbangan bergeser dari arah zat tersebut, sedangkan jika konsentrasi suatu zat dikurangi, kesetimbangan bergeser ke arah zat tersebut. 2. Temperatur Jika temperatur dinaikkan, kesetimbangan bergeser ke arah reaksi endoterm, sedangkan jika temperatur diturunkan, kesetimbangan bergeser ke arah reaksi eksoterm. 3. Tekanan dan Volume Tekanan dan volume selalu berbanding terbalik. Jika tekanan diperbesar volume diperkecil, kesetimbangan bergeser ke sisi dengan jumlah molekul lebih kecil. Sebaliknya, jika tekanan diperkecil volume diperbesar, kesetimbangan bergeser ke sisi dengan jumlah molekul yang lebih besar. Hal yang dapat dilakukan untuk memperoleh yang maksimal adalah dengan menggeser kesetimbangan reaksi ke arah menggeser ke kanan yaitu dengan menambah konsentrasi dan menurunkan suhu. Jadi, jawaban yang tepat adalah E.
Prosesini dilakukan dalam lemari asam, setelah semua HCl ditambahkan, labu diletakkan di atas kasa dan direfluks selama 20 menit (dengan menggunakan kondensor air), pada saat direfluks dapat diamati adanya uap yang keluar dari labu. Produk dalam keadaan panas dikristalisasi dengan menggunakan kristalizer untuk membentuk butiran (kristal

Asam sulfat adalah bahan kimia berlambang H2SO4, Asam sulfat adalah asam kuat yang bisa menyebabkan luka bakar, bukan itu saja, asam sulfat juga disebut dengan air keras. Pengertian Asam Sulfat Asam sulfat adalah asam mineral atau zat anorganik yang sangat kuat. Zat anorganik ini bisa larut di dalam air, sam sulfat banyak digunakan dan produk utama industri kimia. Produksi dunia dengan asam sulfat terjadi pada tahun 2001 sebanyak 15 juta ton dan harga asam sulfat saat itu mencapai US$8 juta. Kegunaan utama dari asam sulfat adalah Untuk Memproses biji mineral; Untuk sintesis kimia; Untuk proses air limbah; Untuk pengilangan minyak. Pembuatan Asam Sulfat Asam sulfat tidak bisa dibuat di alam, asam sulfat adalah produk buatan manusia. Asam sulfat dibuat dari bahan belerang, oksigen dan juga air melalui proses kontak. Pada awalnya pertama, belerang tersebut dipanaskan untuk mendapatkan sulfur dioksida. S s + O2 g β†’ SO2 g Lalu sulfur dioksida dioksidasi menggunakan oksigen dengan bantuan katalis vanadium V oksida. 2 SO2 + O2 g β†’ 2 SO3 g dengan menggunakan katalis V2O5 Kemudian sulfur trioksida diserap ke 97-88 H2SO4 menjadi oleum H2S2O7 juga dikenal sebagai asam sulfat berasap. Oleum kemudian diencerkan ke dalam air menjadi asam sulfat pekat. H2SO4 l + SO3 β†’ H2S2O7 l H2S2O7 l + H2O l β†’ 2 H2SO4 l Pelarutan SO3 ke dalam air tidak begitu praktis karena sulfur trioksida dengan air bersifat eksotermik. Reaksi tersebut akan membentuk aerosol korosif yang sulit dipisahkan. SO3 g + H2O l β†’ H2SO4 l Untuk berbagai keperluan, terdapat beberapa jenis konsentrasi asam sulfat yang digunakan. 10%, asam sulfat encer digunakan untuk keperluan laboratorium; 33,53%, asam pada baterai; 62,18%, asam pada bilik atau asam pupuk; 73,61%, asam pada menara atau asam glover; 97%, asam pekat. Reaksi Asam Sulfat Asam sulfat sangat bereaksi dengan air karena air punya massa jenis lebih rendah dari asam sulfat maka cenderung mengapung. Sehingga air ditambahkan asam sulfat akan mendidih dengan keras. Reaksi tersebut membentuk ion hydronium. H2SO4 + H2O β†’ H3O+ + HSO4– HSO4– + H2O β†’ H3O+ + SO42- Asam sulfat jika direaksikan dengan basa kuat menghasilkan garam. H2SO4 + NaOH β†’ Na2SO4 + H2O Saat asam sulfat bereaksi dengan asam lemah, maka bisa dikatakan asam sulfat berfungsi mengasamkan asam yang lemah. Asam sulfat jika direaksikan dengan garam Anda bisa mencobanya di dalam laboratorium maka akan menghasilkan gas yang sangat pekat. Maka dari itu sebaiknya saat percobaan, gunakanlah masker. Asam sulfat jika direaksikan dengan kertas maka akan menghasilkan karbon. Prosesnya, kertas tersebut seperti terbakar. Hal seperti itulah yang terjadi bila asam sulfat mengenai kulit kita. Maka sebaiknya hati-hati. Kegunaan Asam Sulfat Asam sulfat digunakan untuk keperluan industri, terutama pada industri kimia, pembuatan pupuk. Semoga artikel diatas bermanfaat jika Anda memerlukan Asam sulfat dan reagen lainnya silahkan hubungi kami disini. Phone 021 8690 6782 Whatsapp 0816-1740-8900 Fax 021 8690 6781 E-mail sales Office Jl. Radin Inten II No. 61A Duren Sawit, Jakarta Timur 13440

denganAsam Sulfat 100% dengan waktu 5 menit sebesar 555,31 kg. Penurunan stabilitas terkecil terjadi pada kondisi benda uji dicelupkan ke dalam larutan 25 % Asam Sulfat + 75 % air dengan waktu 1 menit sebesar 1504,48 kg. Semakin besar konsentrasi Asam Sulfat terhadap air dan semakin lama waktu pencelupan maka kondisi benda uji
BerandaPembuatan asam sulfat menurut proses kontak dilaku...PertanyaanPembuatan asam sulfat menurut proses kontak dilakukan dengan kondisi ....Pembuatan asam sulfat menurut proses kontak dilakukan dengan kondisi ....tekanan 150-250 atm, suhu sekitar , dan katalis tekanan 150-250 atm, suhu rendah, dan katalis tekanan rendah, suhu sekitar , dan katalis tekanan rendah, suhu sekitar , dan katalis suhu dan tekanan rendah katalis KNMahasiswa/Alumni Universitas Lambung MangkuratJawabanjawaban yang benar adalah yang benar adalah yang optimum digunakan untuk menghasilkan asam sulfat dalam proses kontak adalah sebagai berikut Suhu sekitar 450Β°C - 500Β°C Tekanan normal sekitar 1 - 2 atm Menggunakan katalis . Jadi, jawaban yang benar adalah yang optimum digunakan untuk menghasilkan asam sulfat dalam proses kontak adalah sebagai berikut Suhu sekitar 450 Β°C - 500 Β°C Tekanan normal sekitar 1 - 2 atm Menggunakan katalis . Jadi, jawaban yang benar adalah C. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!2rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!Β©2023 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia AsamSulfat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas proses pemisahan amonia terlarut di dalam air melalui kontaktor membran keramik. Eksperimen dilakukan dengan cara mensirkulasikan larutan umpan amonia dan mengkontakkannya dengan larutan absorben asam sulfat di dalam kontaktor membran, kemudian laju alir umpan divariasikan. PROSES PEMBUATAN ASAM SULFAT Ada 3 proses yang dikenal 1. Proses Kontak===> relatif efisien, biaya rendah, lebih murni 2. Proses Kamar Timbal 3. Proses WSA Sumber Bahan Baku Belerang Belerang dapat diperoleh dari 1. Penambangan belerang di kawah gunung berapi bijih dan lumpur 2. Hasil samping penambangan minyak bumi gas Spesifikasi produk 1. Bentuk larutan H2SO4 dengan air 98% 2. Bentuk larutan SO3 dalam H2SO4 disebut Oleum/fuming acid 66oBe Kegunaan 1. Pupuk 2. Pigment 3. Bahan kosmetik 4. Pemurnian minyak bumi 5. Detergen 6. Rayon dll. Diagram blok proses Kontak H2SO4 udara Pengolahan bahan baku Pembakaran sulfur Oksidasi gas SO2 Absorbsi SO3 Pemisahan produk air 1. Proses Kontak Pembuatan asam Sulfat Menurut Proses Kontak Industri lainnya yang berdasarkan reaksi kesetimbangan yaitu pembuatan asam sulfat yang dikenal dengan proses kontak. Secara garis besar tahapan proses kontak yang terjadi diuraikan sebagai berikut 1. Pencairan belerang padat di melt tank 2. Pemurnian belerang cair dengan cara filtrasi 3. Pengeringan udara proses 4. Pembakaran belerang cair dengan udara kering untuk menghasilkan sulfur dioksida SO2 5. Reaksi oksidasi lanjutan SO2 menjadi SO3 dalam empat lapis bed konverter dengan menggunakan katalis V2O5 6. Pendinginan gas 7. Penyerapan SO3 dengan asam sulfat 93%-98,5% Fairlie, 1951 Reaksi yang terjadi dapat diringkas sebagai berikut Pertama, belerang dibakar menjadi belerang dioksida. Ss + O2g -> SO2g Belerang dioksida kemudian dioksidasi lbh lanjut jd belerang trioksida. 2SO2g + O2g 2SO3g....... H= -98 kJ Reaksi ini berlangsung pd suhu sekitar 500 oC, tekanan 1 atm dgn katalisator V2O5. Kemudian gas SO3 diabsorbsi oleh asam sulfat pekat why? hingga menjadi asam sulfat pekat berasap disebut oleum, atau H2S2O7. SO3g + H2SO4l -> H2S2O7l Selanjutnya oleum ditambahkan air akan menjadi asam sulfat H2S2O7l + H2Ol -> 2H2SO4l Dari proses kontak ini lalu akan terbentuk asam sulfat pekat dengan kadar 98% Tahap penting dalam proses ini adalah reaksi 2. Reaksi ini merupakan reaksi kesetimbangan dan eksoterm. Pada proses kontak digunakan suhu sekitar 500oC dengan katalisator V2O5. sebenarnya tekanan besar akan menguntungkan produksi SO3, tetapi penambahan tekanan ternyata tidak diimbangi penambahan hasil yang memadai. Oleh karena itu, pada proses kontak tidak digunakan tekanan besar melainkan tekanan normal, 1 atm. 2. Proses Chamber Sulfur dioksida dihasilkan dengan membakar unsur belerang atau pemanggangan bijih piritik dalam udara S8 + 8 O2 β†’ 8 SO2 3 FeS2 + 8 O2 β†’ Fe3O4 + 6 SO2 Nitrogen oksida dihasilkan oleh dekomposisi niter yang mengandung asam sulfat atau hidrolisis asam nitrosylsulfuric 2 NaNO3 + H2SO4 β†’ Na2SO4 + H2O + NO + NO2 + O2 2 NOHSO4 + H2O β†’ 2 H2SO4 + NO + NO2 Dalam ruang reaksi, sulfur dioksida dan nitrogen dioksida larut dalam reaksi liquor. Nitrogen dioksida hidrat untuk menghasilkan asam nitrit yang kemudian mengoksidasi belerang dioksida menjadi asam sulfat dan oksida nitrat. Reaksi ini tidak dikategorikan baik tetapi diketahui bahwa asam nitrosylsulfuric merupakan produk intermediate. Reaksi keseluruhan utama adalah 2 NO2 + H2O β†’ HNO2 + HNO3 SO2 aq + HNO3 β†’ NOHSO4 NOHSO4 + HNO2 β†’ H2SO4 + NO2 + NO SO2 aq + 2 HNO2 β†’ H2SO4 + 2 NO Nitrat oksida keluar dari reaksi liquor dan kemudian reoxidized oleh oksigen molekuler menjadi nitrogen dioksida. Ini menentukan langkah dalam proses [3] 2 NO + O2 β†’ 2 NO2 Nitrogen oksida diserap dan regenerasi dalam proses, dan dengan demikian berfungsi sebagai katalis untuk reaksi keseluruhan 2 SO2 + 2 H2O + O2 β†’ 2 H2SO4 3. Proses Wet Sulfuric Acid WSA Proses WSA merupakan salah satu kunci proses desulfurisasi gas di pasaran saat ini. Sejak Perusahaan Danish catalyst mematenkan teknologi ini pada akhir 1980. Proses ini telah dikenal sebagai proses yang efisien dalam recovery sulfur dari bermacam macam pemrosesan gas dan menghasilkan kualitas asam sulfat yang komersil. Proses ini juga dapat menghasilkan banyak steam tekanan tinggi. WSA proses diterapkan pada banyak industry dimana penghilangan sulfur dibutuhkan. Proses katalis basah biasanya lebih tepat digunakan untuk memproses satu atau lebih aliran yang mengandung sulfur seperti β€’ Gas H2S dari unit pengolahan gas amin amine gas treating unit β€’ Off-gas from Sour Water Stripper SWS gas β€’ Off-gas from Rectisol β€’ Spent acid from Alkylation β€’ Claus process tail gas β€’ Heavy residue or petcoke-fired utility boiler off-gas β€’ Boiler flue gases from various processes SNOX flue gas desulfurisation β€’ Metallurgical process gas β€’ Production of sulfuric acid Reaksi Utama pembentukan Asam Sulfat dengan Wet Sulfuric Acid adalah β€’ Pembakaran H2S + O2 = H2O + SO2 + 518 kJ/mole β€’ Oksidasi SO2 + Β½O2 = SO3 + 99 kJ/mole in the presence of a vanadium V oxide catalyst β€’ Hidras SO3 + H2O = H2SO4 g + 101 kJ/mole β€’ Kondensasi H2SO4 g = H2SO4 l + 90 kJ/mole Energi yang diproduksi dari reaksi diatas digunakan untuk produksi steam. Energi nya mendekati 2-3 ton steam tekanan tinggi/ton asam yang di produksi. Perbandingan Proses Pembuatan Asam Sulfat Perancangan Konventer Fungsi memberi kontak antara gas SO2 dan katalis, sedapat mungkin mencapai kondisi kesetimbangan yang optimum untuk menghasilkan SO3. Dasar perancangan Oksidasi SO2 menjadi SO3 adalah reaksi eksotermis==>konversi akan mengecil dengan naiknya temperatur===>perlu pendinginan untuk menjaga temperatur pada waktu yang cukup lama===>membagi konverter menjadi empat 4 bagian stage===>ketinggian bed, semakin tinggi semakin ke bawah ? 74% o o 0% o 74% 770 F 1115 F 820 F 92,4% o 906 F o 96,7% 810 F 92,4% o 96,7% o 830 F 800 F 98% o 806 F
4. Menurut literature yang saya baca: Biodegradasi yaitu pemecahan cemaran organik oleh aktivitas mikroba yang melibatkan serangkaian reaksi enzimatik. Umumnya terjadi karena senyawa tersebut dimanfaatan sebagai sumber makanan (substrat). Biodegradasi yang lengkap disebut juga sebagai mineralisasi, dengan produk akhirnya berupa karbondioksida dan
Proses kontak adalah salah satu proses pembuatan asam sulfat H2SO4. Secara sederhana ada tiga tahap pembuatan asam sulfat melalui proses ini yaitu Membuat sulfur dioksida SO2 Mengubah sulfur dioksida menjadi sulfur trioksida SO3 melalui reaksi kesetimbangan. Mengubah sulfur trioksida menjadi asam sulfat H2SO4. Nah marilah kita lihat prosesnya satu persatu. Membuat Sulfur Dioksida Sulfur dioksida bisa kita buat dengan dua cara. Pertama yaitu membakar belerang dalam udara maka belerang nya akan bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida. Reaksi yang terjadi Ss + O2g ==> SO2g Cara kedua adalah dengan memanaskan biji besi seperti pirit yang mengandung belerang dalam udara. Mereka akan bereaksi mengjasilkan sulfur dioksida. Reaksinya. 4FeS2 + 11O2 ==> 2Fe2O3 + 8O2 Nah tinggal dipilih mana cara yang lebih mudah. Setelah kita punya SO2 langkah selanjutnya adalah membuat SO3. Membuat Sulfur trioksida Pada pangkah kedua ini kita akan mereaksikan SO2 dengan O2 untuk menghasilkan SO3. Reaksi pembentukan SO3 ini adalah reaksi setimbang yang reversible. 2SO2 + O2 2SO3 Nah, kira kira skema pembuatan dan kondisi lingkungannya seperti berikut SO2 + O2. ===> pada suhu 400 - 450 degC VSO2 VO2 = 1 1. tekanan = 1 - 2 atm Katalis V2O5 ==> SO3 Karena reaksinya dalam bentuk setimbang, maka kita bisa mengubah kondisi lingkungan sehingga hasil SO3 yang didapatkan akan lebih maksimal. Berikut yang akan kita lakukan. Perbandingan jumlah SO2 dan O2. SO2 dan O2 yang akan direaksikan untuk membentuk SO3 memiliki perbandingan volume yang sama. Hukum Avogadro mengatakan bahwa gas gas yang volumenya sama akan mengandung junlah molekul yang sama. Oleh karena itulah kita membuat volume reaksinya dengan perbandingan sama. Persamaan reaksi yang terjadi sebagai berikut 2SO2 + O2 2SO3 Berdasarkan prinsip kesetimbangan Le Chatelier, jika kita menambah jumlah oksigen dalam reaksi setimbang maka kesetimbangn akan bergeser kearah SO3. Artinya jika kita memperbanyak jumlah O2 dalam reaksi maka jumlah SO3 yang dihasilkan juga akan banyak. Kenapa tidak jumlah SO2 yang diperbanyak? Nah jawabannya ada pada biaya pembuatan yang akan semakin mahal. SO2 harus dibuat dalam satu proses lagi sementara O2 bisa diambil dari udara. Menambah jumlah O2 yang ada dari udara akan jauh lebih murah dan mudah dibandingkan SO2. Nah kalau begitu kita tambah saja jumlah O2 sebanyak banyaknya agar SO3 yang dihasilkan semakin melimpah. Benarkah demikian? Jawabannya tentu tidak. Walaupun kita bisa mengubah keadaan untuk memperbanyak produksi SO3, tetapi ia punya jumlah maksimal untuk diproduksi. Ingatkan kalian bahwa reaksi diatas berlangsung dengan menggunakan katalis V2O5. Jika O2 yang kita gunakan terlalu banyak, maka ia tidak akan terikat pada katalis untuk bereaksi dengan SO2 membentuk SO3. Kebanyakan molekul O2 nya akan terbuang sia sia saja. Jadi kita tidak boleh serakah juga ya. Mengatur Suhu Reaksi pembentukan SO3 dari SO2 dan O2 adalah eksotermik dengan perubahan entalpi negatif. 2SO2 + O2 2SO3. Eksotermik Menurut prinsip Le Chatelier, jika kita ingin kesetimbangan begeser kearah pembentukan SO3 lebih banyak pada reaksi eksotermik maka kita perlu menurunkan suhu reaksi. Jadi reaksi ini berlangsung pada suhu yang realtif rendah agar SO3 yang diproduksi lebih banyak. Untuk reaksi diatas suhu yang digunakan adalah sekitar 400 - 450 degC. Wah bukan suhu yang rendah juga ya wkwkkw. Tapi munhkin lebih rendah dibandingkan reaksi reaksi lainnya. Nah setelah kita menurunkan suhu reaksi maka akan ada efek samping yang kita dapatkan. Apa itu? Laju reaksi pada suhu yang rendah akan semakin lambat. Artinya jika kita ingin mendapatkan SO3 dalam jumlah yang banyak dengan menambah O2 dan menurunkan suhu ternyata reaksi menjadi lambat dan produksi SO3 tentu berkurang. Nah bagaimana mengatasi masalah ini. Ahli kimka tentu sudah menemukan jawabannya yaitu dengan membuat SO2 dan O2nya dalam keadaan gas sehingga lebih mudah menempel pada katalis untuk terjadinya reaksi. Mengatut tekanan 2SO2 + O2 2SO3 Pada reaksi setimbang menurut prinsip Le Chatelier, jika kita menaikkan tekanan maka kesetimbangan akan bergeser kearah koefisien reaksi yang lebih kecil. Dan sebaliknya jika kitaenurunkan tekanan mama kesetimbangan bergeser kearah koefisien terbesar. Pada reaksi diatas, jumlah koefisien kiri adalah 3 dan kanan adalah 2. Jadi jika kita menaikkan tekanan maka kesetimbangan akan bergeser ke arah SO3. Tekanan yang besar juga akan menaikkan laju reaksinya. Artinya jumlahnya akan semakin banyak diproduksi. Nah itu menurut teori yang ada. Namun secara industri tekanan tidak terlalu berpengaruh pada proses pembuatan SO3. Pada suhu rendah saja reaksi akan membentuk SO3 sekitar 99,5 %. Jadi pada proses industri tekanan tidak dinaikkan. Pengaruh Katalis Jika kita mengkaji pengaruh katalis terhadap kesetimbangan, jawabannya adalah tidak ada. Jadi katalis tidak akan menggeser arah kesetimbangan. Lalu apa yang dipengaruhi oleh katalis. Jawabannya adalah laju reaksi. Katalis adalah zat yang menurunkan energi aktivasi yaitu energi minimum yang dibutuhkan oleh suatu zat untuk bereaksi. Jika nilainya rendah maka zat yang akan bereaksi akan semakin banyak. Pada reaksi pembentukan SO3 digunakan katalis V2O5 yang akan mempercepat laju reaksi SO2 dan O2 menjadi SO3 sehingga dalam waktu singkat produksi SO3 akan banyak. Membuat H2SO4 Setelah SO3 terbentuk, maka langkah selanjutnya adalah mengubahnya menjadi asam sulfat dengan cara mereaksikannya dengan air. Tapi SO3 nya tidak dapat langsung dialirkan ke air karena reaksinya berbahaya menghasilkan asap yang beracun. Untuk itu agar lebih aman, langkah pertama melarutkan SO3 dalam adam sulfat pekat membentuk senyawa yang disebut dengan oleum. SO3 + H2SO4 ==> H2S2O7 Kemudian zat ini baru kita reaksikan dengan air menghasilkan asam sulfat. H2S2O7 + H2O ==> 2H2SO4 Nah pada langkah ini kita telah selesai membuat H2SO4. Nah ternyata membuat H2SO4 tidaklah sudah bukan, bahkan hanya menggunakan bahan gratis yang tersedia dialam. Pembuatanester dilakukan dengan cara esterifikasi Fischer dimana asam karboksilat, alkohol, dan katalis asam sulfat dipanaskan, sampai terjadi kesetimbangan dengan ester dan air. Perbandingan volume reaktan yang digunakan adalah 4:6 , hal ini bertujuan untuk mengetahui etil asetat yang seharusnya di peroleh pada teoritis stoikiometri dan pada Keadaanreaksi yang biasa dilakukan dalam proses Haber–Bosch yaitu pada suhu 550 Β°C, tekanan dari 150 hingga dengan 500 atm, dan katalis biasanya besi dengan campuran Al 2 O 3, MgO, CaO, dan K 2 O. Cara lain untuk meningkatkan laju produksi NH 3 adalah memindahkan NH 3 dengan segera sehabis terbentuk.
Percobaanpertama, yaitu membuat garam tembaga(II)amonium, praktikan menggunakan CuSO 4.5H 2 O dan (NH 4) 2 SO 4 masing-masing sebanyak 5 gram kedaunay dilarutkan di dalam 12 ml aquadest panas. Pembuatan garam rangkap tembaga (II) ammonium sulfat, dengan melarutkan kristal CuSO 4.5H 2 O dan Kristal (NH 4) 2 SO 4 dalam aquadest
FZoItwP.
  • ygvx4k1xsz.pages.dev/163
  • ygvx4k1xsz.pages.dev/261
  • ygvx4k1xsz.pages.dev/160
  • ygvx4k1xsz.pages.dev/270
  • ygvx4k1xsz.pages.dev/266
  • ygvx4k1xsz.pages.dev/375
  • ygvx4k1xsz.pages.dev/187
  • ygvx4k1xsz.pages.dev/72
  • pembuatan asam sulfat menurut proses kontak dilakukan dengan kondisi